Bocah-bocah Pengungsi Merapi
Merapi meletus. Lahar panas dan hujan pasir mengubur rumah ibu dan bapak mereka. Juga sawah dan ladang tempat mereka bermain, serta sekolah yang merangkum ceria mereka dengan kawan seusia.
Berjejal di Balai Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Minggu 31 Oktober sore itu, mereka mungkin masih bisa berbagi ceria. Namun entah esok hari, ketika hari berganti minggu, dan masih juga belum ada tempat bernama “rumah”, tempat mereka pulang. Tempat kasih sayang ibu-bapak, juga kakek-nenek tercurah pasti, tanpa khawatir ketokan di pintu meminta evakuasi.
Bocah-bocah pengungsi Merapi, moga tragedi usai terjadi. Agar gelak tak punya tempo berhenti dan kalian bisa berucap pasti: “Kami pulang ke rumah sendiri.”
Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Magelang, 31 Oktober 2010,
sehari setelah Yogyakarta diguyur hujan abu.





liputan dan gambar yang bagus!
Igor Firdauzi
November 3, 2010 at 10:05 am
Naah, muncul juga
yoyok
November 3, 2010 at 1:05 pm