Against Forgetting

Just another WordPress.com weblog

Bocah-bocah Pengungsi Merapi

with 2 comments

Merapi meletus. Lahar panas dan hujan pasir mengubur rumah ibu dan bapak mereka. Juga sawah dan ladang tempat mereka bermain, serta sekolah yang merangkum ceria mereka dengan kawan seusia.

Berjejal di Balai Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Minggu 31 Oktober sore itu, mereka mungkin masih bisa berbagi ceria. Namun entah esok hari, ketika hari berganti minggu, dan masih juga belum ada tempat bernama “rumah”, tempat mereka pulang. Tempat kasih sayang ibu-bapak, juga kakek-nenek tercurah pasti, tanpa khawatir ketokan di pintu meminta evakuasi.

Bocah-bocah pengungsi Merapi, moga tragedi usai terjadi. Agar gelak tak punya tempo berhenti dan kalian bisa berucap pasti: “Kami pulang ke rumah sendiri.”

Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Magelang, 31 Oktober 2010,

sehari setelah Yogyakarta diguyur hujan abu.

Advertisements

Written by frsusanti

November 3, 2010 at 9:37 am

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. liputan dan gambar yang bagus!

    Igor Firdauzi

    November 3, 2010 at 10:05 am

  2. Naah, muncul juga 😀

    yoyok

    November 3, 2010 at 1:05 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: